Menelusuri Jejak Semanggi (2)

By SiRanselPena - 10:16 PM


Ibu berangkat Jual Pecel Semanggi

harganya sangat murah, sayur semanggi suroboyo
didukung serta dijual, masuk kampung, keluar kampung
bung.. beli…

Lanjutan lirik lagu semanggi suroboyo ini menggiring lanjutan post menelusuri jejak semanggi (1) . Berbekal informasi dari seorang rekan, kami pun blusukan ke kebun semanggi. Daerahnya bernama Klakah rejo, kecamatan Sememi Surabaya. Rumah beliau berada hampir di ujung perkampungan, kami memanggil beliau dengan sebutan 'Emak', panggilan kesayangan kami.
Hamparan Sawah Semanggi yang luas

Dengan senang hati, Emak menjelaskan tetek bengek lahirnya semanggi di rumah nya. Ayah nya adalah petani semanggi sejak lama, awalnya penemuan semanggi ditemukan tidak sengaja di hamparan tanah kosong miliknya, dan sekarang malah tumbuh subur dan mempunyai nilai ekonomis.
Gubuk bapak menyimpan panen Daun Semanggi 
Daun semanggi yang telah dipanen

Dalam siklus panen semanggi, biasanya panen hanya untuk kapasitas jualan saja, jadi tidak diambil semua ya. Untuk satu kebun biasanya 2-3 minggu panen jika tanaman bagus dan tidak ada hama. Pengambilannya pun dipetik agar tumbuh bibit baru. Dan semanggi ini tergolong tanaman yang tumbuhnya cepat. Jadi memetik seperlunya biar tidak mubadzir.
Petani Semanggi yang sedang memetik daun semanggi
Cara pengolahan daun semanggi setelah dipetik adalah dengan cara di kukus atau di rebus hingga matang, begitu juga dengan sayur yang lain seperti kecambah.
Nahh untuk bumbu sendiri agak beda dari pecel pada umumnya yaitu menggunakan ubi (ketela rambat) yang sudah di kukus dan kacang goreng yang pembuatannya pertama-tama ubi ditumbuk terpisah begitu pula dengan kacang, lalu disatukan dengan menumbuk bersama agar merata, dan jangan lupa tambahkan bumbu seperti garam dan gula ya agar rasanya semakin maknyusss.
Cara Penjualannya yaitu dijajahkan dengan berjalan kaki mengelilingi perkampungan sambil berteriak "nggiiii. . . Semanggiiiiii", begitu guys, dengan bakul semanggi nya dipikul dibelakang dengan jarit.
Ibu siap-siap jualan semanggi
Jadi begitulah kisah semanggi, sebelum semanggi ada di pincuk dan siap untuk dinikmati. Mari lebih mengenal tentang sejarah dan asal usul makanan khas dari suatu daerah ya semoga postingan kami bermanfaat. Selamat menikmati dan jangan lupa buang sampah pada tempatnya ya. Salam SiRanselPena

Special Thanks to : Emak (Estika)

Isi Bakul Semanggi yang biasa digendong
Hamparan Sawah Semanggi yang beberapa telah dipanen

  • Share:

You Might Also Like

0 komentar