Sidoarjo Coret : Keindahan serta Keceriaan yang tersembunyi #GerakanSolidaritasMudaIndonesia

By SiRanselPena - 3:04 PM

Disana tempat lahir beta

Dibuai dibesarkan bunda

Tempat berlindung di hari tua
Sampai akhir menutup mata
keceriaan mereka adalah kebahagiaan bangsa Indonesia


Penggalan lirik lagu tsb, membuka mata hati kita bersama. Betapa kita mencintai Indonesia dan ingin Indonesia ke arah yang lebih baik. Berawal dari berkenalan dengan teman-teman bikers yang juga suka jalan jalan, kami bergabung dengan sebuah gerakan solidaritas muda Indonesia bernama Indonesia Soyo. Indonesia soyo sendiri berasal dari kata soyo dalam bahasa jawa yang berarti gotong royong, saling membantu. Indonesia soyo terdiri atas beberapa komunitas bikers, traveler, blogger yang tergabung dengan misi yang sama, yaitu ingin menyetarakan pendidikan, kesehatan, dan lingkungan di Indonesia. Dengan adanya isu sosial yang kerap terjadi di daerah terpencil, kami Indonesia soyo bergerak membantu, meringankan beban saudara kita, dengan cara apa dan bagaimana? Mari kita simak perjalanan kami Sidoarjo coret, kampung berlebih daya dan minimnya pendidikan.
Indonesia Soyo, kepedulian kami untuk bangsa
Siapa sangka, sidoarjo yang notabene kota besar, dengan hingar bingar dan majunya sistem pendidikan, siapa sangka salah satu kecamatannya baru dialiri listrik dalam beberapa bulan terakhir. Tidak hanya itu, jarak yang sangat jauh dari kota sidoarjo dan bisa dibilang pelosok karena rumah dan sekolahnya berada di tengah tambak dengan medan yang hanya cukup untuk satu motor, bila hujan jangan ditanya. Jalurnya akan berubah menjadi lumpur, serasa baru offroad mungkin begitu.
perjalanan saat pasca hujan harus berlumuran lumpur bak offroad

Setelah teman-teman survey lokasi, kami pun kembali ke sana untuk melakukan dokumentasi serta wawancara. Perbincangan dengan warga seolah mencerminkan betapa mirisnya keadaan disana. Bangunan sekolah pun berlatar tambak, semi permanen menggunakan kayu, teringat bangunan sekolah yang ada pada film laskar pelangi. Hanya ada 3 bangunan kelas yang masing masing dibagi menjadi 2 kelas bergantian. Tak ada lapangan luas untuk bermain, perpustakaan apalagi. Guru yang hanya beberapa orang mengajar kan betapa indahnya dunia yang mereka intip melalui buku itupun juga terbatas. Tak ada air bersih, hanya puas dengan air sumur yang juga sedikit keruh.
tingkah dua bocah yang menyambut kami saat akan mendokumentasikan
Suasana kelas yang begitu hangat dan sederhana

beginilah panasnya saat siang di depan sekolah dasar kala itu

Setelah mengetahui permasalahan, kami pun segera mempublish video dokumenter dan foto kondisi desa. Menggalakkan dana dan buku untuk di sumbangkan ke sekolah. Tanggal 25 kami semua beramai ramai berbuka bersama di sekolah tersebut, dengan agenda menyerahkan donasi dan hiburan untuk adek-adek disana. Betapa girang nya wajah mereka, tak terbendung rasa haru bahagia kami dapat membantu sesama. Meringankan dan mewujudkan cita cita generasi muda yang dengan bangga nya menantang dunia, menjadikan mereka ke arah lebih baik.

saat ngabuburide keceriaan mereka berkumpul menyambut kami
Keindahan serta kesejukan yang tak bisa kalian dapatkan di kota
sepi dan jauh dari hingar bingar keramaian serta kepulan asap transportasi

Siranselpena berterimakasih kepada teman teman Adventuriders, Recon/not just ride, Indie journey, Jomblo piknik dewe, Satu cakrawala, GUM atas petualangannya yang luar biasaa.

Special Thanks for sijambrong ( http://www.sijambrong.com/ ) and documentary from Okinawa

  • Share:

You Might Also Like

7 komentar

  1. ikutan donk klo ada beginian lagi

    BalasHapus
    Balasan
    1. Siap kak, nanti kalo ada lg dikabarin yaaa, harus ikut lho heheheh

      Hapus
  2. 2 Anak kecil yg difoto kok pirang2 gitu? Atau gara2 efek cahaya matahari?

    Salam kenal dr blogger abal2

    BalasHapus