Refleksi kesederhanaan ada pada candi sumur

By SiRanselPena - 12:23 PM

Mega membumbung
Disambut tua dengan senyum
Bahkan panas pun tak sedang menggigit
Tetapi sepoi membelai lembutku
sisi depam candi sumur

Setelah puas dengan ramalan candi pari, kita beranjak ke sebelah yaitu candi sumur, berjalan tak lebih dari setengah kilo membelah rumah warga, takjub kedua adalah layaknya candi di sidoarjo kebanyakan adalah berhimpit rumah, tetapi candi sumur memiliki pagar yang mengitar.
Kami selalu mempunyai angan bagaimana asiknya memiliki rumah berhadapan dengan candi, merasakan aura candi serasa piknik setiap hari. Asri dan tenang dua kara untuk menggambarkan candi sumur, ada satu bale tempat kami ngaso seraya mengisi buku tamu, tak ada juru kunci, hanya seorang kakek renta dengan kretek mengepul seperti kereta.
sisi belakang candi sumur

Menyapa kami dengan senyum satu dua gigi tapi tetap lebar, menceritakan bahwa senang sekali beliau melihat muda mudi berkunjung. Dengan intonasi yang susah dipahami ,beliau dengan berapi api meminta kami untuk naik ke atas, kata beliau meski sudah tidak utuh tetapi punya aura kuat.
Benar, di atas kami takjub akan bagaimana pola bata merah disusun dan ternyata di bawah terdapat semacam sumur yang memperlihatkan dasar candi yang bila pada musim hujan air akan penuh, tetapi sayang banyak koin hasil muda mudi meminta peruntungan disana.
Sungguh, yang beliau harapkan adalah kedatangan kita para penerus untuk mengenal sejarah bangsa nya agar kelak sejarah tidak hilang dan kita menjadi buta akannya.
Salam SiRanselPena
setiap jalan yang kami lalui untuk mengelilingi candi2 sidoarjo

  • Share:

You Might Also Like

0 komentar