Merayakan Imlek bersama Surabaya Heritage Track

By SiRanselPena - 7:03 AM

kaki berpijak pada altar 
seakan temaram cahaya meremuk redam
berpindar pada pemuda
dengan genggaman pada goresan yang terkenang
secuat isyarat pada huruf yang bersyarat
seolah tak acuh untuk pada kau yang mengadu
Imlek suatu budaya yang khas dengan etnis tionghoa. Kali ini  kami ingin lebih mengenal kebudayaan tionghoa di surabaya dengan perayaan hari imlek kami melakukan city tour ini kami ikut wisata Surabaya Heritage Tour (atau lebih dikenal dengan sebutan "SHT"), jadi kami sudah jauh-jauh hari membooking seat untuk ikut serta. Bagi teman-teman yang ingin booking seat bisa langsung ke HOS Sampoerna di Jl, Taman Sampoerna No 6 Surabaya (tempat pendaftaran ada di bangunan Cafe HOS) atau by phone ke 031-3539000 (ext-0) kalau mau lebih aman lagi langsung aja ke sana karena SHT ini banyak peminatnya.
Saat itu city tour kami tepat jam 15.00 dengan durasi waktu 1,5 jam dengan dipandu guide dari SHT yang memandu jika kami akan  mengunjungi  2 klenteng kuno surabaya dan satu spot kuliner pembuat bakcang legendaris di Surabaya.


Tujuan Pertama : 
Klenteng pertama yang kami kunjungi adalah Klenteng Boen Bio yang biasa dikenal klenteng sastra yang berada di Jl.Kapasan No.131, Kawasan Kapasan dulu ini disebut dengan kampung kungfu, kawasan ini dipenuhi dengan pasar tradisional, mengapa di sebut kampung kungfu??? karena dulunya di kampung ini dipenuhi banyaknya preman , sehingga membuat banyak warga memiliki keinginan untuk belajar kungfu di Klenteng Boen Bio yang bertujuan  menjaga diri warga saat beradu dengan preman di kala jaman itu, generasi pada klenteng boen bio ini sudah tidak ada  selain disebut kampung kungfu, sebutan untuk Klenteng Boen Bio lebih dikenal dengan Klenteng Sastra. Di belakang klenteng Boen Bio ini ada alat alat saat generasi tersebut belajar kungfu namun saat itu kami hanya di batas depan area klenteng.Mengapa di sebut klenteng sastra?tentu Kami bertanya-tanya, karena klenteng ini satu-satunya yang masih mengajarkan filsafat sastra agama Konghucu, sesuai dengan nama nya Klenteng Boen Bio yang mengandung makna klenteng kesusastraan. klenteng Boen Bio berbeda dengan klenteng-klenteng lainnya, klenteng ini tidak ada altar sembahyang dan temaram2 lilin yang biasa menyala pada klenteng-klenteng dan bangunannya berbeda dengan klenteng lainnya yang lebih menjorok ke depan jalan besar yang mengibaratkan terbuka oleh siapapun. Klenteg ini sangat erat dengan parade Barongsai, mengapa? karena di klenteng ini sangat aktif untuk melakukan kegiatan-kegiatan yang berkaitan dengan barongsai, karena animo masyarakat tentang barongsai sangat tinggi maka sejak tahun 2012  sehingga barongsai memiliki perkumpulan sendiri yang dikenal dengan FOBI (Federasi Olahraga Barongsai Indonesia) saat ini barongsai sudah digunakan sebagai salah satu olahraga di Indonesia. Jadwal Latihan Barongsai di klenteng ini dari hari Rabu s/d Jum'at pkl 20.00 s/d 22.00 WIB.Banyak kata yang tak dapat kami tuangkan satu-satu karena rasa takjub pada setiap sudut etnis tionghoa ini. oh ya, di sisi lain di dalam klenteng ini ada 1 patung giok (Patung Nabi Khong Chu atau yang mengajarkan agama khonghucu) yang dimiliki klenteng ini dan satu-satunya patung yang masih ada di seluruh dunia dan hanya ada 50 patung di dunia, karena kelangkaan patung ini hanya ada 1 klenteng di Indonesia yang memiliki patung ini salah satunya di Surabaya. Uniknya kita tidak akan menemukan altar untuk tempat-tempat dewa tapi di klenteng ini hanya ada papan arwah dari Nabi Khongcu serta murid-muridnya, selain itu pula kita menemukan foto Bp.Gusdur terpampang , beliau adalah satu-satunya presiden yang mengembalikan keberadaan etnis tionghoa.




Tujuan Kedua :
Klenteng Pak Kik Bio
Alamat: Jl.Jagalan no 74-76 Pabean
Klenteng besar ini berada juga di dekat jalan besar, ditengah-tengah hiruk pikuk aktivitas masyarakat, selalu banyak berdatangan etnis tionghoa untuk datang sembahyang, tak terlalu banyak yang dapat kami ceritakan di klenteng ini, jelas tersirat kami kagum dengan kebudayaan etnis tionghoa, karena kekaguman yang ada sehingga membuat kami bingung mengawali entah dari bait mana.lebih jelasnya yuk bersama SHT agar lebih tahu tentang suroboyo kita.

Tujuan Ketiga :
kami ke salah satu spot kuliner khas etnis tionghoa, apalagi saat peringatan imlek, tentunya kuliner ini semakin ramai dan meningkat. Yuppzzz, siapa yang tidak kenal dg Bakcang Peneleh?. Bakcang adalah campuran beras ketan atau biasa yang diisi dengan daging dan dibalut dengan daun. (Sebenarnya isi asli bakcang memakai beras ketan, tapi saat ini banyak orang meminta pengganti beras ketan dengan beras biasa)Bakcang Peneleh ini sudah menjadi spot kuliner surabaya, kita bisa berkunjung bukan hanya membeli saja, tapi kita bisa melihat sisi dapur dan cara pembuatan bakcang.
Suasana dapur pembuatan bakcang

Uniknya tempat bakcang peneleh ini masih selalu sama, bangunan traditional tidak ada perubahan dari generasi ke generasi. Bakcang ini asli dimiliki oleh etnis tionghoa diwariskan dari turun temurun. Bakcang peneleh memiliki kisaran harga dimulai dari Rp.20.000 s/d 25.000 dengan berbagai macam varian daging isi babi,ayam dan vegetarian. Saat kami explore kesana, banyak bakcang isi ayam dan vegetarian yang sudah habis sehingga tak sempatlah kami mencicipinya. Bagi kalian yang ingin mencoba, yuk langsung aja ke tempatnya.
Mudah sekali, saat kita mencari Bakcah Peneleh. karena terpampang banner besar ini
Bakcang yang sudah jadi dan siap untunk dibeli, eits hati2 setiap tali warna bakcang menandakan isi bakcang
Taman bunga cantik dengan paduan khas traditional tionghoa yang dapat kita nikamti di altar halam depan
Alamat :Jl. Peneleh No.92,Kota Surabaya Jawa Timur 
Peta Lokasi Bakcang Peneleh

setelah kami selesai menyusuri bersama SHT, saat itu kami memutuskan untuk pulang. tak disangka saat kami pulang , kami melewati salah satu Klenteng tertua di Surabaya yaitu Klenteng Hong Tiek Hian. Klenteng ini adalah klenteng tertua di Surabaya yang menurut kisah sejarah klenteng ini di bangun oleh pasukan Tartar pada zaman Khu Bilal Khan awal kerajaan Mojopahit, Klenteng ini setiap harinya dikunjungi banyak orang, tetapi sayang sekali saat kami lewat suasana begitu sepi, bangunan lama khas dari luar sudah menyeruak , selain itu klenteng yang digunakan sebagai tempat ibadah juga menyelenggarakan acara traditional imlek seperti Wayang Pho Tee Hi, dll.
Bangunan khas dan tua yang sangat kental.

Klenteng Tertua Surabaya


Yuk Kunjungi dan kenali lebih dekat Suroboyo.


Salam SiRanselPena.
Ps : jangan lupa buanglah sampah pada tempatnya agar anak cucu kita kelak masih bisa menikmati keindahan alam.

  • Share:

You Might Also Like

2 komentar

  1. naaah ini yg naik bis dari HOS itu kan yak? lain kali ajak aku kak kalo mampir di surabaya :D

    BalasHapus
    Balasan
    1. ayo kak, tentukan tanggal nanti booking dlu bus nya biar ndak penuh

      Hapus