Sepenggal Cerita Jamu Ginggang Legendaris Jogjakarta

By SiRanselPena - 8:29 PM


Termashyur Rasanya
Khas Indonesia
Perpaduan rempah
dan berbagai racikan
Dibuat dengan kusyuk
Agar tercipta khasiat
bagi penikmatnya

Sekilas pandang tentang Jamu Ginggang Jogjakarta
Pagi itu menjadi pagi terakhir kami di kota gudeg, rasa lelah dan penat menggelayut karena sejatinya sudah hampir 3 hari wara wiri merefresh otak dengan berbagai objek wisata di kota jogja. Rasa kantuk juga tak dapat ditahan karena faktor tidur tidak teratur dan bangun kala subuh menyapa. Sebelum seorang teman kami kembali ke solo karena tidak bisa cuti, dia memberi arahan ke kedai jamu legendaris sekaligus menjadi langganan Kadipaten Paku Alaman. Dengan berbekal arahan, pagi itu kami meluncur ke kedai jamu yang bernama Jamu Ginggang. setelah nyasar beberapa kali dan bertanya arah, sampai juga lah kami.
Jamu yang masih eksis di jaman modern, Jamu Ginggang
Kesan pertama adalah klasik, bangunan bercat campuran cream dan coklat tua menambah aroma klasik. masuk lebih dalam kita akan menemukan daftar menu jamu terpampang diatas berikut harga dan jendela tempat kita memesan dan melihat proses jamu diracik. pada etalase dipajang berbagai produk jamu kemasan dan kering juga aneka madu yang siap untuk dibungkus dan diseduh dirumah atau sebagai buah tangan.
Lingkup Suasana Jamu Ginggang
Sekotak ruangan yang berhiasi daftar harga serta macam jamu

Sederetan Jamu racikan
Aroma jamu yang pekat menambah kekusyukan saat menyeruput jamu legenda ini. sebenarnya konsep dari kedai jamu ginggang seperti cafe dengan sentuhan vintage, dalam satu meja terdapat 4 kursi dan ada hidangan tahu bakso diatas meja. jendela dengan tralis besi, juga tembok berisikan artikel kejayaan jamu ginggang pada masanya. 

Suasana tempat yang syahdu dan vintage buat kita pengen nyeruput berkali-kali
Jamu ginggang merupakan warisan turun temurun dan saat ini merupakan generasi ke 5. Adalah Bilowo, abdi dalem Kadipaten Pakualaman pada masa pemerintahan KGPAA Paku Alam VII pembuat jamu untuk kalangan keraton. Kemudian, beliau diberi kesempatan untuk menjajahkan jamu olahannya kepada masyarakat luar lingkungan kadipaten yang sekarang berdiri di bilangan kompleks kadipaten Pakualaman. Jamu ginggang telah ada sekitar tahun 1925 hingga kini.
Lagi milih jamu apa yang mau diseruput sebelum balik Surabaya

Artikel Kejayaan Jamu Ginggang
Naaahh  akhirnya  jamu yang kami pesan sampai, tak butuh waktu lama untuk menunggu si empunya meracik jamu, yang kami pesan yaitu jamu pegal linu dan beras kencur. Menurut kami rasa dari jamu nya khas, tidak pahit dan beras kencurnya tidak terlalu pedas, pas di lidah. ditambah suasana syahdu membuat kami betah berlama lama menikmati jamu dan beberapa tahu. harga yang ditawarkan pun cukup variatif tidak menguras isi dompet yang mulai menangis.
Sederet cerita pada jamu yang kami pesan
Jamu Ginggang
Agar Jamu Ginggang tetap eksis, yuk pada ramein kedainya. siapa tau dengan minum jamu tubuh menjadi lebih sehat, tidak banyak obat yang masuk di tubuh kita, dan yang pasti kita ikut melestarikan minuman khas Indonesia. oh ya alamat Kedai jamu ginggang berada pada Jl. Masjid No 32 kompleks Puro Pakualaman Jogjakarta.
sekotak ruangan peracik jamu

Seorang Nenek-Nenek pun menikmati jamu ini sembari mengisi TTS

 Lokasi Jamu Ginggang


Salam Siranselpena

  • Share:

You Might Also Like

4 komentar

  1. Udah lama nih gak minum jamu, terakhir minum jamu waktu SMP

    BalasHapus
    Balasan
    1. Bisa di cobain nih kak, jamu nya hehehe

      Hapus
  2. aku selalu suka aromanya kak. dari kecil malah aku diajak ibuk ke tempat kerjanya, pabrik jamu nyonya meneer :D
    pulang-pulang jadi bau jamu sebadan-badan :d

    BalasHapus
    Balasan
    1. plus bau asem2 gmn gt ya kak wkwkwkwk itu yg bikin makin sedeeppp

      Hapus