Mengenal Lebih dekat Pangsar Jendral Sudirman

By SiRanselPena - 12:42 PM

dentuman bom terdengar
hentakan kaki dan tubuh yang gagah
lorong waktu dalam saksi bisu
deburan ombak, hempasan angin kala itu

tak gentar melawan nista 
peluh dan buih air mata
tumpah darah dilalui tanpa henti 
untuk tanah air yang tak pernah berhenti
Halaman depan Museum dengan gaya khas rumah yang masih kental traditional
Hari itu merupakan hari terakhir kunjungan kami ke kota gudeg. setelah menikmati segelas jamu di kedai jamu ginggang, cerita jamu ginggang bisa diklikdisini sepenggal cerita jamu ginggang kami pun bergegas ke lokasi selanjutnya mengingat waktu yang terus memburu dengan jadwal kereta, tibalah kami di sebuah museum bernama Museum Sasmitaloka setelah sempat tersasar beberapa kali, hehehe maklum jalanan jogja belum juga terlalu akrab padahal sudah ratusan kali kami meninggalkan jejak disana. Sekilas terlihat, bangunan museum ini berbentuk limasan, tetapi tanpa adanya pendapa sebagai syarat mutlak sebuah bangunan limasan. Dan bangunan dari museum ini terbagi menjadi beberapa bagian, diantaranya bangunan utama dan beberapa bangunan di kanan, kiri serta belakang bangunan utama.
Museum Jendral Sudirman yang lebih dikenal dengan Museum Sasmitaloka

Kami tegap berjalan menyusuiri alam bukan sekedar berselam , langkah kami selalu terhenti saat-saat berkunjung ke tempat bersejarah salah satunya museum yang menceritakan  tentang pahlawan bangsa kami
Pada saat kita memasuki kompleks museum, seperti biasa kita mengisi buku tamu di pos penjagaan, berikut barang bawaan kita diperiksa. Tidak ada pungutan biaya alias gratis. Pada bangunan utama merupakan refleksi dari rumah Pangsar Sudirman, yaitu terdapat ruang tamu, kamar tamu, kamar utama serta kamar anak-anak dari Pangsar sudirman. Penataan yang apik, dan beberapa peoperti yang masih terjaga bekas peninggalan Pangsar Sudirman, membuat aroma khas sejarah yang mengepul meminta untuk diserap. Pada kamar utama, suasana yang di sajikan benar-benar membuat kita masuk ke dalam jaman dimana beliau masih ada.
Pintu depan sebelum kita memasuki museum, suasana khas jaman dulu kala sungguh terasa

Ruang Santai dari Panglima Sudirman

Ruang Kerja Panglima Sudirman

Lukisan Pangsar beserta Istri

Peralatan Pangsar saat bertempur

suasana apik penataan ruang di museum
Patung Pangsar di tata pada sudut ruangan

Kasur, kelambu, sprei dan masih banyak lagi, merupakan asli bekas dari Pangsar Sudirman beserta Istri. Di kamar utama pun terdapat patung lilin yang merefleksikan sosok Pangsar Sudirman. Kamar utama juga menyambung dengan kamar anak anak beliau, sehingga beliau dan istri mudah dalam pengawasan terhadap buah hati. Selain kamar utama, di bangunan utama juga terdapat ruang kerja Pangsar, Ruang tidur tamu, ruang tamu dan ruang santai.
Tempat tidur Pangsar yang masih sama seperti saat ditempati


Suasana Ruang santai

Cermin yang digunakan Pangsar

Ruang Tdiur Putra Putri Pangsar
pada bangunan kedua, terdapat ruang pemilihan atau ruang sekertariat, ruang palagan ambarawa yang digunakan untuk mengatur strategi perang pada masa itu. didalam ruangan terdapat foto foto pahlawan yang dahulu berjuang dengan Pangsar Sudirman, map pertempuran ambarawa, serta senjata yang dahulu di gunakan. Pada bagian samping belakang, terdapat replika RS Panti Rapih tempat Pangsar Sudirman dirawat semasa beliau sakit, dan juga ada cerita dari perawat yang dahulu merawat beliau.

Ruang Pemilihan Pangsar APRI

Senjata yang dipakai peperangan

Pada bagian belakang, terdapat ruang koleksi kendaraaan semasa gerilya hingga ke yogyakarta, diantaranya dokar, tandu, dan mobil untuk menjemput pangsar. di bagian samping terdapat ruangan yang menyimpan foto semasa beliau menghadap presiden Sukarno, dan dan beberapa dokumen serta surat, ruang diorama dan koleksi pribadi.
Ruang Palagan Ambarawa

Beberapa kursi meja dan perlatan lainnya yang dipakai Pangsar dalam berdiskusi di beberapa daerah yang masih tertata apik

Ruang Diorama

tandu yang digunakan menjemput Pangsar
Penataan yang apik mampu membuat kita beranjak ke masa lalu, serta bangunan tradisional tentu juga menunjang mu dalam hal selfie guys. sekalian menambah pengetahuan akan sejarah, karena kalau bukan kita yang mencintai sejarah, siapa lagi? mari kenali, cintai Indonesia dan bangga menjadi Indonesia. salam siranselpena.
Dalam mengenang kegagahan Pangsar, terdapat patung Panglima Sudirman yang menunggang kuda.

  • Share:

You Might Also Like

4 komentar

  1. oalah jadi pangsar itu akronim dr panglima besar? :D

    BalasHapus
  2. Kalau jalan ke museum ini saya paling suka baca puisinya pak dirman saat di rawat di Panti Rapih, tulisannya rapi :)

    BalasHapus
    Balasan
    1. wah kak sash juga suka ya dengan puisi beliau

      Hapus