Kisah 1001 Candi : Mencari Jejak Candi Tawangalun Sidoarjo

By SiRanselPena - 11:59 AM

Saat pencarian melelahkan
Akan sesuatu yang dianggap magis
Dan ketika dia ditemukan
Bahagia mendengar kisahnya

Lebih dekat dengan Candi Tawangalun Sidoarjo
Siang itu, kami ditemani oleh mas ichang dan bang ben untuk susur candi daerah kota udang, dikarenakan banyak peninggalan majapahit yang tersebar di seantero sidoarjo. Terik tak menghalangi ketika perjalanan pertama dimulai di candi tawangalun, dan kami hanya membawa sedikit informasi tentang tempat candi berada. Berbekal GPS (gunakan Penduduk Setempat) hehehe kami pun tiba juga di pelataran candi. Kesan pertama , yaitu panas sekali karena notabene didepan candi hamparan luas tanah tak berpohon, tetapi di kompleks candi itu sendiri banyak ditumbuhi pohon sehingga kontras dengan keadaan sekitar. Lokasi yang berada di ujung rumah warga membuat kami sempat tersesat, tetapi jika kita bertanya tentu akan selamat sampai tujuan karena warga sekitar dengan ramah menunjukkan arah hingga diantar oleh adik-adik yang berada disana.
sisi candi dan pelataran yang tak dilirik sekalipun oleh mereka (*read yang bertanggung jawab pada sisi pemeliharaan cagar budaya)
memang gersang namun saat kita duduk di pelataran tempat juru kunci , akan terasa sejuk karena pepohonan yang ada beliau sendiri yang menanamnya
Saat memasuki pelataran, kami tidak menemukan sang juru kunci, tetapi lagi-lagi adik-adik dengan baik hati mau menolong kami untuk memanggilkan sang juru kunci. Pak saiful, begitu beliau memperkenalkan diri, dan membuat kami langsung akrab. Tidak banyak sejarah yang bisa kami gali "googling saja", tandas beliau. Beliau malah asyik bercerita tentang kepandaiannya dalam seni memahat dan melukis. Terbukti banyak nya karya beliau di dalam sebuah ruangan yang beliau pajang.

sisi kesempurnaanya pun tak ada yang bisa berkata-kata, yang jelas candi ini sangat berarti untuk beliau yang menjaga


disebrang candi akan kita temukan hamparan tanah luas dan ada kuburan kuno (maaf tak dapat kami potret karena kami pun takut untuk berjalan kesana)
Kami pun dipersilahkan untuk berkeliling sembari menikmati karya beliau. "Beberapa ada yang hasil karya warga sekitar mbak, dan beberapa saya lukis sendiri dengan berimaji keadaan candi pada masa itu". Kami pun sejenak berputar di area candi. Pak Saiful berkata bahwa dahulu candi ini akan digusur dan dijadikan rumah, tetapi berkat perjuangan pak Saiful, beliau gigih mempertahankan candi sampai sekarang kita bisa nikmati bersama.
Lukisan-lukisan yang berada di dalam tempat juru kunci candi

hasil pahatan dari pak saiful yang tertata apik diatas meja, walau ada yang tak sempurna, pahatan yang beliau buat berdasarkan apa yang beliau lihat dan rasakan.




"Dulu belum ada pagar mbak, sekarang sudah saya pagar keliling agar tidak ada yang mengakui tanah:. Di sekeliling juga terdapat kerang, terumbu karang. Konon cerita bahwa tempat ini dulu adalah laut dan sekarang menjadi dataran, kemudian kerang dan terumbu karang menjadi fosil.

Hasil pahatan bapak pun sangat mengesankan, karena objek yang dipahat adalah seorang yang beliau cintai yaitu sang istri. Suasana asri dan sepi membuat kami betah berlama lama bertukar cerita. Sayang Pak Saiful sudah ada janji dan beliau berpamitan dan meninggalkan kami yang masih terpesona oleh candi Tawangalun.

Foto beliau kala itu, beliau bilang "iki foto enomku mbak, untuku durung copot pas ijek ganteng " (ini foto jaman muda saya mbak, waktu gigi saya belum pada tanggal ketika masih ganteng)
Yuk Kunjungi Candi Tawangalun agar anak cucu kita beserta semua orang tahu dan kenal akan candi tawangalun. Jangan lupa buang sampah pada tempatnya ya agar anak cucu kita kelak masih dapat menikmati keindahan candi tawangalun. Salam SiRanselPena

Nomor bapak saiful yang bisa dihubungi.



Lokasi Candi Tawangalun

  • Share:

You Might Also Like

4 komentar