[SurabayaFood] Suka Makan Pedes? Cobain Nasi Goreng Legendaris Papi Kancil

By SiRanselPena - 9:17 AM


Temukanlah Nasi Goreng Papi Kancil dengan banner diatas

sunggingan senyum terlewatkan
dengan cipratan lautan
semerbak pada kelopak bunga
jejak pada kisahmu  mengukir pada jasa

merantai pada kisah  hidup dan mati

Surabaya salah satu kota Metropolitan yang dikenal dengan kota Pahlawan atau kota agraris dengan cuaca yang panas. Apalagi dengan cuaca yang malam pun terkadang  terasa panas dengan diiringi kulineran dengan pedas tentunya akan menambah suasana makin panas, nah kami mengulas salah satunya Nasi Goreng Jawa "Papi Kancil" yang berada dibilangan Surabaya tepatnya di Jalan Srikana ini sudah lama berdiri sejak tahun 1961, untuk kamu-kamu yang sudah lama berada di kota Surabaya sudahkah mengenal tentang sejarah kuliner atau mencicipi menu kuliner disini?.

Awal mula berdirinya Nasi Goreng "Papi Kancil" dimulai dari Eyang kakung mas Bima (anak laki-laki bapak Nardi) dan tepatnya ayahanda bapak Nardi (pemilik nasi goreng Papi Kancil), eyang kakung berjualan dulunya bukan dengan gerobak dorong melainkan keliling dengan gerobak panggul, masih ingatkah bagaimana bentuk gerobak panggul?
Contoh gerobak panggul  (source : google / https://wartapermadi.blogspot.co.id)
Eyang kakung berjualan di sekitar jalan srikana sejak tahun 1961 dimana saat itu penjual mie klunthung atau nasi klunthung (sebutan kuliner kala itu) hanya ada 3 orang pelopor salah satunya eyang kakung mas Bima, dari satu tempat ke tempat eyang berjualan menggunakan gerobak panggulnya tanpa lelah, ciri khas dari jualan pak kancil (sebutan pelanggan kala itu) setiap beliau berjualan  selalu ada bunyi  klunthung-klunthung dengan alat yang biasa kita kenakan di hewan yaitu sapi (orang jawa menyebut klunthungane sapi atau kalunge sapi) sehingga setiap kali pak kancil berjualan semua pelanggan sudah tahu dengan bunyi tersebut, lalu mengapa ada sebutan Pak Kancil? mau tau?. 
Kala itu bumbu khas dari nasi goreng serta mie goreng benar-benar full dengan sambal sehingga disebut dengan Mie Klunthung pedes akan tetapi dengan berjalannya waktu mie klunthung pedas berganti dengan sebutan pak Kancil berawal dari salah satu pelanggan jika pak kancil ini setiap kali berjualan jalannya begitu cepat bak Kancil sehingga kadang pelanggan ingin membeli pun kelewatan karena pak kancil jika berjalan terlalu cepat.  Sepeninggal Pak Kancil usaha ini  turun ke generasi beliau yaitu Pak Nardi anak dari pak Kancil pada tahun 1970 pak Nardi mengawali usaha pak Kancil.

Nasi Goreng Sosing  dengan berbagai varian level kepedasan yang dapat kita pilih

Pak Nardi pelopor generasi dari Nasi Goreng Pak Kancil yang saat ini dikenal dengan Papi Kancil
Nasi Goreng Pak Kancil ini pun berganti nama  menjadi nasi goreng Nardi Kancil dengan perubahan nama tersebut membuat orang tak tahu menahu mengenai pak kancil walau nama belakang sudah di beri inisial kancilpun,  sehingga saat itu nasi goreng pun tak lagi seramai dulu walau semua menu bahkan racikan dari pelopor nasi goreng pak Kancil sama,  tetapi dengan berjalannya waktu pada tahun 2001 pak Nardi berpindah tempat ke Jl.Srikana Timur untuk berjualan, nah kebetulan saat itu banyak kalangan mahasiswa dari kampus terdekat yang sering membeli di sekitar srikana timur karena area itupun banyak anak kos yang pastinya mencari kuliner malam. Gayung pun bersambut sehingga kuliner pak Nardi ini jadi semakin ramai,  pada suatu saat salah satu dari kampus Teknik terkenal surabaya membuat sebuah challenge atau perlombaan adu kuat makan pedas  di warung Nasi Goreng Pak Nardi ini dengan hadiah Voucher Makanan 100 ribu di Pak Nardi, saat itu yang memenangkan lomba ada 3 anak karena adanya lomba tersebut warung pak Nardi pun makin ramai sehingga awal mula perlombaan tersebut banyak mahasiswa yang memanggil pak Nardi dengan sebutan Papi , lalu tercetuslah untuk mengubah nama menjadi Nasi Goreng Papi Kancil.

Pak Nardi didepan Gerobak yang saat ini menemaninya berjualan
Berbagai macam menu di Nasi Goreng Papi Kancil

seiringnya waktu warung papi Kancil pun berpindah karena adanya gusuran pembangunan sungai, dalam penggusuran tersebut sempat papi kancil mengalami kerugian dan sepi , karena juga tentunya bingung mencari tempat. nah untuk tempat baru ini baru di  tempati  sejak tahun 2016 perpindahan tenpat tersebut tidak menyurutkan pelanggan papi Kancil, hanya terkadang  masih banyak orang yang  tak tahu dan terkadang kesulitan mencari lokasi baru pak Kancil.

Menggiurkan sekali 

Endesss dicobain yuuukkk, 
Nah ini nih penampakan menu dari Papi Kancil dengan berbagai varian toping,  dari penambahan level yang ada seperti Iblis, Dajjal dan Ganas Pati dipilih karena olahannya akan membuat kita makin kepedasan, penamaan level tersebut tidak ada unsur hanya langsung tercetus, akan tetapi jika Ganas pati tercetus karena tingkat kepedasan level ini yang paling mendewa sehingga setiap orang yang mencicipi akan panas atau muka menjadi tidak menentu seperti ganas pati.
Lalu bagaimana cara membedakan dari level ke level? kalau intip gambar saja mah tak akan kerasa cara satu-satunya coba lah langsung ke Papi Kancil dan icipi setiap level kepedasannya, bagi kamu yang tak suka pedas jangan cobain yang aneh-aneh lah, ingat level kepedasan hanya cocok bagi kalian yang suka pedas.
Capjay nya endesss loo

Nasi Goreng dengan toping udang



Nasi Goreng Toping sosis dan ati ayam

Nasi Goreng Dengan topping nugget

hayooo apa ndak mau cobaaa nih

Mie Goreng tanpa topping
Tertarik untuk mencoba kepedasannya? kunjungi saja alamat dibawah ini.

Nasgor PAPI KANCIL :
Instagram : @nasgor_ibliskancil
  / Line / Whatsaap : 081 280847848
Alamat :Jl. Srikana no 32 ( Belakang Unair B Vokasi)

Jangan lupa guys, ketika liburan jagalah kebersihan dan lingkungan agar kelak anak cucu kita masih bisa menikmati alam yang indah ini.
Salam 
SiRanselPena


    • Share:

    You Might Also Like

    7 komentar

    1. Harusnya yg bnr Banaspati yaa ?
      Bkn ganas pati :)

      BalasHapus
      Balasan
      1. ohhhh baru tau sy mas, makasi ya mas

        Hapus
    2. Saya cari beberapa hari lalu kok ga ada ya? ada yg tau sekarang pindah dimana?

      BalasHapus