Kisah 1001 Candi : Plesiran Ke Candi Bangkal

By SiRanselPena - 2:45 PM

Candi Bangkal
ia berkata pada waktu yang terus berputar
mengitari ruang dan gerak yang melaju pada poros
ia berjalan dengan lantang dan tersenyum seolah waktu lalu menyapanya
dengan temaram malam berjalan lalu terik matahari mulai menyapa
ia bergumam seakan dunia lalu menarik nya 
menambatkan hati seraya pada kata yang berbisik
mencerminka rupa pada kata yang terangkai

Siang hari yang terik seakan mencumbu tubuh kami saat kami akhirnya sampai di candi bangkal. Bangunan yang agak menjorok kedalam dan minimnya petunjuk jalan membuat kami harus berputar arah, memang bertanya pada penduduk setempat merupakan jawaban yang tepat. Didepan kompleks candi terdapat taman dan sawah warga sekitar yang mengitari candi, rasa takjub dalam hati karena banyaknya candi di kota Mojokerto ini pasti berada dalam pedesaan yang asri. Candi Bangkal salah satu candi yang terletak di Desa Kambangsari, Kecamatan Ngoro, Mojokerto lokasi ini masih mudah dikunjungi karena jalan yang dituju masih mudah dilalui roda dua maupun empat. 
Jalan Setapak menuju arah Candi

Jalan setapak yang sudah dipaving oleh warga ke arah candi Bangkal ini, di sebelah candi terdapat pohon rindang serta bale sehingga membuat suasana makin asri. kunjungan kami saat itu terasa lebih tenang karena kebetulan hanya beberap wisatawan yang berkunjung ,lalu kerumunann anak perempuan kecil memasuki pelataran candi untuk berteduh serta bermain di sekitar candi tiba-tiba salah satu anak perempuan tersebut tersenyum kepada kami dan aaahhh kami baru ingat tanpa anak perempuan itu kami tak akan menemukan candi Bangkal karena anak perempuan tersebut yang menunjukkan arah jalan Candi Bangkal.

Disebelah Bale terdengar bunyi merdu puluhan bebek yang asik berenang dan mencari makan, rupanya sawah bekas panen terbentuk seperti kolam hasil tadahan air hujan dimanfaatkan warga untuk melepas ternak bebeknya , karena saat itu kami betah berlama lama mengagumi Candi tersebut kami lupa tidak segera mencari juru kunci, hingga akhirnya tiba-tiba salah satu dari kami menanyakan langsung di salah satu rumah warga sekitar agar kami dapat menemui juru kunci tersebut, tetapi sangat di sayangkan karena hari libur dan tanggal merah juru kunci Candi sedang tidak berada di tempat, ah rasa kecewa saat itu tak ada hanya rasa penasaran kami makin tinggi dengan sejarah candi Bangkal ini.
di sebelah candi ada padepokan yang rindang

Kolam Bebek di dekat candi
 Di benak kami kala itu tak apa lah tidak bertemu juru kunci paling tidak kami bisa melihat salah satu peninggalan sejarah ini, sama halnya dengan candi di kota Sidoarjo candi Bangkal juga menggunakan batu bata merah yang diyakini khas dari peninggalan kerajaan Majapahit. Terik matahari pun semakin menyingsing tiba-tiba ada pula rombongan sekeluarga yang datang berduyun mengunjungi candi ini, selain itu ada salah satu warga yang memasuki altar candi ini seperti biasa kami pun mengobrol ringan walau tak banyak yang kami dapat karena beliau tidak mau menceritakan kisah candi karena beliau bukan juru kunci karena nantinya akan malah membuat sejarah menjadi simpang siur,

si bapak hanya bercerita jika candi ini selalu ramai sebagai altar sembahyang umat hindu saat perayaan dan si bapak juga bercerita jika semua peninggalan pasti ada cerita mistisnya salah satu di candi Bangkal ini di sekitar candi konon dikelilingi putri-putri berbaju putih yang cantik duduk di sekitar candi, dahulu kala ada yang sempat mengabadikan dalam photo dan salah satu hasil dari photographer saat itu terdapat bayangan bak putri cantik yang sedang duduk. layaknya masuk dalam cerita si bapak kami pun terperanjat sangking asiknya hingga lupa waktu jika sudah ashar tiba, kami pun berpamitan ke bapak untuk melanjutkan kunjungan ke candi selanjutnya.
Tampak dari jauh rombongan keluarga yang menikmati suasana candi untuk berfoto ria
Karena sudah sore terik matahari tak terlalu membakar kulit kusam kami, dengan riang gembira kami ber-4 pun melakukan perjalanan bak musafir menuju ke candi selanjutnya.big thanks to Mas Angger dan Jambrong yang tak lelah blusukan bersama kami.




Jangan lupa guys, ketika liburan jagalah kebersihan dan lingkungan agar kelak anak cucu kita masih bisa menikmati alam yang indah ini.
Salam 
SiRanselPena.


PETA LOKASI :


  • Share:

You Might Also Like

0 komentar