Menikmati Kesejukan Serta Mengenang Sejarah Goa Selarong, Jogjakarta

By SiRanselPena - 8:59 PM

Jog, selaras dan seindah kata
Hingga jingga menawarkan rasa
rindu mu serasa sewindu
Menutup mata seakan memburu. 

Jog, melawan lupa serasa menyiksa
Waktu mengikis kisah indah mu
Hingga mereka menahan dan menunggu 
Untuk mereka yang bercerita
Air Terjun di sekitar Goa Selarong

Siapa yang tak kenal kota budaya yang kental dengan adat jawa, Jogjakarta salah satu kota yang selalu menjaga kebudayaan serta peninggalan-peninggalan sejarahnya.  Dari perkiraan kami mungkin beberapa orang bosan membaca kisah perjalanan  kami atau ada pula yang bertanya-tanya kenapa sih yang diulas banyak di kota jogja? Kenapa sih banyak tentang sejarah?,  tatkala ada pertanyaan tersebut kami hanya bisa menjawab bahwa kebudayaan serta alam suatu tanggung jawab kita semua untuk menjaga  hingga kita  mampu meneruskan cerita ke anak cucu. Setiap kali kami habiskan waktu di jogjakarta tak luput beberapa tempat sejarah kami masukkan pada destinasi tujuan kami,  destinasi saat ini kami berkunjung ke Goa Selarong  tepatnya di daerah jogjakarta, Guwosari Bantul yang dulunya dikenal sebagai persembunyian  pangeran Diponegoro. 
Gua Kakung

Gua Putri

Goa selarong dikenal merupakan markas gerilya  Pangeran Diponegoro melawan penjajahan Belanda pada tahun 1825-1830 yang digunakan Pangeran Diponegoro untuk menyusun strategi peperangan ,kala itu Pangeran Diponegoro pergi ke Gua Selarong  setelah insiden rumah beliau yang terletak  di Tegalrejo dibakar habis oleh Belanda. Saat kami berkunjung di gua selarong terdapat 2 gua utama yang terpampang papan nama yang menerangkan nama gua tsb  yaitu gua kakung dan gua putri.
Gua Kakung ditempati oleh Pangeran Diponegoro sedangkan Goa Putri oleh selir Pangeran Diponegoro yaitu Raden Ayu Retnoningsih, merupakan selir yang paling setia setelah kedua istri pangeran Diponegoro meninggal

Setelah Belanda menyerang kediaman pangeran  diponegoro  di tegalrejo dimulailah perang besar yang berlangsung selama 5 tahun,  selama dibawah kepemimpinan Diponegoro rakyat bumi bersorak dalam semangat untuk melawan penjajahan Belanda,  hingga mereka memiliki semboyan “Sedhumuk bathuk sanyari bumi dikahi tekan pati” Sejari kepala sejengka tanah dibela sampai mati.




Sekilas sejarah Goa Selarong, yang kami singgahi saat kami berada di Jogjakarta, oh ya tempat ini sangat rekomendasi bagi kalian yang ingin belajar tentang sejarah, selain itu waktu yang baik untuk dikunjungi antara pukul 14.00 - 16.00 di sisi Goa Selarong terdapat air terjun kecil yang juga digunakan pengunjung atau anak warga sekitar untuk bermain. Biaya retribusi ke Goa ini pun tak cukup mahal  hanya Rp.3000,-  dan parkir Rp.2.000,-  so tunggu apalagi liburan hemat dan belajar sejarah .
semoga apa yang kami tuliskan bermanfaat untuk kita semua.



Papan kata untuk pengingat bagi kita

Jangan lupa guys, ketika liburan jagalah kebersihan dan lingkungan agar kelak anak cucu kita masih bisa menikmati alam yang indah ini.
Salam 
SiRanselPena
Lokasi :
Goa Selarong  atau kalian bisa ikuti petunjuk di Rute goa Selarong oleh gudeg.net

  • Share:

You Might Also Like

0 komentar