terik surya terasa menyengat
rongga dada bak menyeruak
seakan ilham berkumandang
malaikat pun bergegas
putih pada kelabu untuk abu

Masjid Muhammad Cheng Hoo Banyuwangi

Perjalanan yang tak pernah lekang, semburat jingga menyertai kita. kala itu perjalanan kami pun dimulai keasyikan jalan - jalan di sekitar kota Surabaya, kami tercengang saat menemukan petunjuk Masjid Cheng Hoo? kala itu saya hanya nyeletuk " lho masjid cheng hoo lak mek ono nang pasuruan to? (lho masjid cheng hoo kan hanya ada di pasuruan kan?), yap di situ kami bersama mulai bingung tertegun hingga akhirnya kami memutuskan pada weekend  akan mengunjungi Masjid Cheng Hoo salah satu masjid islam dengan dekorasi tionghoa yang terkenal selain itu menjadi daya tarik wisata religius ini ternyata tidak hanya di kota Pasuruan dan Surabaya, beberapa kota pun ada tak disangka saat kami pergi melancong ke Kota Banyuwangi dan Semarang pun ada peninggalan dari Laksamana Cheng Hoo.saat itu karena kami tak tahu mengenai sejarah masjid Cheng Hoo ini, kami mencoba untuk mencari di mesin pencarian  Google, wah ternyata peninggalan Laksamana Cheng Hoo Ini tersebar di beberapa kota di pulau-pulau Indonesia.
Takjub tentunya karena negara kita memiliki peninggalan Masjid yang mengabadikan perjuangan dari  serta sebagai penghormatan Laksamana Cheng Hoo. Masjid dengan sentuhan dekorasi Tionghoa ini banyak hal yang dapat di terapkan salah satunya mendirikan pesantren untuk anak-anak yang belajar agama islam lebih dalam, yang kami ketahui berada di area masjid Cheng Hoo kota Banyuwangi.

Sumber Gambar : tirto.id
Sejarah Laksamana Cheng Hoo 
Banyak beberapa Kota di Indonesia yang mendirikan masjid dengan sentuhan Tionghoa sebagai bentuk penghormatan  terhadap Laksamana Cheng Hoo. Cheng Hoo adalah salah satu penyebar agama islam yang memiliki darah tionghoa, karana Cheng hoo lahir di Tiongkok, tepatnya di propinsi Yunan pada tahun  1371. Cheng Hoo yang sejak dari kecil sudah beragama islam dikarenakan Ayah Cheng Hoo adalah keturunan suku Hui yang sudah pernah melakukan ibadah haji di Mekkah. Saat berusia 10 Tahun Cheng hoo ditangkap tentara kerajaan tiongkok, untuk dijadikan tentara tiongkok sehingga Cheng Hoo mengabdi kepada Kaisar Yung Lo dari Dinasti Ming.

sesuai  artikel yang kami baca di  Wikipedia , jika Cheng Hoo mengabdi pada masa Dinasti Ming (1368-1643) pada abak ke -15  banyak orang - orang tionghoa dari Yunani berdatangan untuk bertujuan menyebarkan agama islam, terutama di pulau Jawa. singkat cerita  Laksamana Cheng Hoo atau yang dikenal dengan Sam Poo Kong  atau Pumpo Awang pada tahun 1410 dan tahun 1416 memimpin pasukan untuk mendarat du pantai Simongan,Semarang. Laksamana Cheng Hoo juga memiliki hubangan baik dengan Raja Majapahit sehingga  tujuan berdagang dan menyebarkan agama islam  (sekilas cerita Laksamana Cheng Hoo ini diperintahkan Kaisar Yung Lo untuk menjalin persahabatan dan berdagang dengan Raja Majapahit)
ada juga beberapa artikel yang menceritakan Laksamana Cheng Hoo serta beberapa bangunan masjid Muhammad Cheng Hoo di Indonesia.
baca juga :15 Masjid yang mengabadikan Cheng Hoo di Indonesia

Nah singkat cerita akan kami bahas beberapa kota yang kami kunjungi memiliki penghormatan pada Laksamana Cheng Hoo dengan mendirikan Masjid Muhammad Cheng Hoo, kota-kota yang sudah kami kunjungi yaitu :

1. SURABAYA
Tak di sangka dan di nyana salah satu spot kota surabaya, tepatnya di Jalan Gading,Ketabang  dekat dengan Balaikota Surabaya, didirikan Masjid Muhammad Cheng Hoo yang bertujuan  penghormatan kepada Laksamana Cheng Hoo. Kala itu saat berjalan menyusuri masjid ini tak ada pengurus yang bisa kami ajak diskusi karena suasana sedang sepi, ketika menulis bahan ini kami tak kehabisan akal , kami coba baca artikel di Wikipedia mengenai pendirian masjid Muhammad Cheng Hoo ini didirikan atas prakarsa para sesepuh , penasehat, pengurus PITI dan pengurus yayasan Haji Muhammad Cheng Hoo serta Tokoh masyarakat Tionghoa di Surabaya.

Pembangunan Masjid ini diawali dengan peletakkan batu pertama 15 Oktober 2001 bertepatan dengan Isra' Mi'raj Nabi Muhammad SAW. sedangkan pembangunannya baru dilaksanakan  10 Maret 2002 dan baru diresmikan pada 13 Oktober 2002. 
Masjid Muhammad Cheng Hoo Surabaya, berbeda dengan Masjid Muhammad Cheng Hoo yang berada di kota pasuruan, masjid ini tidak terlalu besar, dikelilingi beberapa area gedung sebelum melintasinya, selain itu keunikannya halaman masjid adalah lapangan basket.
Walaupun Masjid Cheng Hoo yang terletak di surabaya ini tak terlalu besar, masjid ini pun sama-sama asri dan sejuk.
Masjid Muhammad Cheng Hoo Surabaya
Masjid Cheng Ho, atau juga dikenal dengan nama Masjid Muhammad Cheng Ho Surabaya, ialah bangunan masjid yang menyerupai kelenteng (rumah ibadah umat Tri Dharma). Gedung ini terletak di areal komplek geduang serba guna PITI (Pembina Imam Tauhid Islam) Jawa Timur Jalan Gading No.2 (Belakang Taman Makam Pahlawan Kusuma Bangsa), Surabaya. Masjid ini didominasi warna merah, hijau, dan kuning. Ornamennya kental nuansa Tiongkok lama. Pintu masuknya menyerupai bentuk pagoda, terdapat juga relief naga dan patung singa dari lilin dengan lafaz Allah dalam huruf Arab di puncak pagoda. Di sisi kiri bangunan terdapat sebuah beduk sebagai pelengkap bangunan masjid. Selain Surabaya, di Palembang juga telah ada masjid serupa dengan nama Masjid Cheng Ho Palembang atau Masjid Al Islam Muhammad Cheng Hoo Sriwijaya Palembang dan di Banyuwangi dengan nama Masjid Muhammad Cheng Hoo Banyuwangi.
Tampak area lapangan masjid Cheng Hoo
Lokasi :

2.PASURUAN
Tak banyak foto yang bisa kami ambil di Masjid Muhammad Cheng Hoo Pasuruan, saat kami berhenti di area masjid ini, sore hari sudah mulai menyelimuti sehingga foto yang kami ambilpun sedikit gelap.
Masjid yang berada di pinggir jalan ini sangat ramai dikunjungi orang-orang dari berbagai daerah yang menyempatkan untuk sekedar berkunjung atau pun beribadah.
Banyak bus-bus pariwisata atau keluarga-keluarga yang mengunjungi tempat ini sejenak untuk mengetahui bagaimana masjid islam yang menyerupai bentuk kuil

Sore hari di Masjid Cheng Hoo Pasuruan
Lokasi :


3.SEMARANG
Kota Semarang, tak disangka ini pertama kalinya kami berkunjung ke kota ini untuk acara Reuni dengan Backpacker Joglosemar (Biasa disingkat BPJS ,eits bukan BPJS Kesehatan atau Ketenagakerjaan lhhoooo).

Big Family Bacpacker Joglosemar

Karena acara tersebut kami sempat diajak berkunjung ke Sam Poo Kong, disinilah kami mengetahui apabila Sam Poo Kong ini salah satu tempat pertama  persinggahan Laksamana Cheng Hoo. karena tak banyak cerita yang diulas saat berkunjung, kami mencoba menshare artike tentang sam poo kong di Wikipedia Konon cerita 
sebuah petilasan, yaitu bekas tempat persinggahan dan pendaratan pertama seorang Laksamana Tiongkok beragama islam yang bernama Zheng He / Cheng Ho. Terletak di daerah Simongan, sebelah barat daya Kota Semarang. Tanda yang menunjukan sebagai bekas petilasan yang berciri keislamanan dengan ditemukannya tulisan berbunyi "marilah kita mengheningkan cipta dengan mendengarkan bacaan Al Qur'an".
Disebut Gedung Batu karena bentuknya merupakan sebuah Gua Batu besar yang terletak pada sebuah bukit batu, orang Indonesia keturunan cina menganggap bangunan itu adalah sebuah kelenteng - mengingat bentuknya memiliki arsitektur bangunan cina sehingga mirip sebuah kelenteng. Sekarang tempat tersebut dijadikan tempat peringatan dan tempat pemujaan atau bersembahyang serta tempat untuk berziarah. Untuk keperluan tersebut, di dalam gua batu itu diletakan sebuah altar, serta patung-patung Sam Po Tay Djien. Padahal laksamana cheng ho adalah seorang muslim, tetapi oleh mereka di anggap dewa. Hal ini dapat dimaklumi mengingat agama Kong Hu Cu atau Tau menganggap orang yang sudah meninggal dapat memberikan pertolongan kepada mereka.
Sam Poo Kong


serasa liburan di China lhooo
Menurut cerita, Laksamana Zheng He sedang berlayar melewati laut jawa, namun saat melintasi laut jawa, banyak awak kapalnya yang jatuh sakit, kemudian ia memerintahkan untuk membuang sauh. Kemudian merapat ke pantai utara semarang untuk berlindung di sebuah Goa dan mendirikan sebuah masjid di tepi pantai yang sekarang telah berubah fungsi menjadi kelenteng. Bangunan itu sekarang telah berada di tengah kota Semarang di akibatkan pantai utara jawa selalu mengalami proses pendangkalan yang di akibatkan adanya proses sedimentasi sehingga lambat-laun daratan akan semakin bertambah luas kearah utara.Konon, setelah Zheng He meninggalkan tempat tersebut karena ia harus melanjutkan pelayarannya, banyak awak kapalnya yang tinggal di desa Simongan dan kawin dengan penduduk setempat. Mereka bersawah dan berladang di tempat itu. Zheng He memberikan pelajaran bercocok-tanam serta menyebarkan ajaran-ajaran Islam, di Klenteng ini juga terdapat Makam Seorang Juru Mudi dari Kapal Laksamana Cheng Ho.

Lokasi :

4.BANYUWANGI
Gerbang kece Masjid Cheng Hoo Banyuwangi
ketika kami sedang berlibur di kota Banyuwangi pada hari terakhir kami diajak kakNobita berkunjung ke Masjid Muhammad Cheng Hoo di salah satu  daerah  di Banyuwangi. Sesuai dengan artikel yang kami baca dari wiki jika bangunan Masjid Muhammad Cheng Ho memiliki luas 28 x 26 meter, sedangkan area pondok pesantrennya seluas 2 hektare. Masjid Cheng Hoo di Banyuwangi ini merupakan Masjid Cheng Hoo yang terbesar dan sekaligus menjadi pondok pesantren.Pondok Pesantren (Ponpes) Adz-Dzikra Muhammad Cheng Hoo adalah pesantren Cheng Hoo pertama yang diresmikan di Indonesia. Tempat yang bersih dimulai dari gerbang hingga area tempat wudhu. Keunikam di area ini pengunjung jika di hari minggu untuk area parkir jamaah atau pengunjung akan diminta dana seikhlasnya untuk menunjang kebersihan seperti yang di katakan penjaga parkir ke kami.
Halaman yang luas melintang
Asri dan tenang di sini
Selain itu di area ini memang didirikan ponpes yang dibedakan antara laki dan  perempuan,dengan luas area tanah yang cukup luas suasana di Masjid Cheng Hoo , kota banyuwangi lah salah satu yang memiliki area yg cukup luas

Lokasi:

Sampai ketemu lagi di cerita berikutnya.
jangan lupa untuk membuang sampah pada tempatnya agar anak cucu kita kelak dapat menikmati keindahan alam. 
Salam SiRanselPena

Sejak kami mengenal jingga
Tak mau lagi terlepas dari warna itu
Keindahannya mengundang
Untuk bisa berlama - lama mengabadikan nya
Yang hanya bisa dilihat 
Beberapa detik sebelum
Dia muncul dan dia akan pergi

Suasana Syahdu di bibir Pantai Syariah
Selamat pagi para pemburu sunrise. Sudah banyak dengar kan kalo sunrise of java itu berada di Banyuwangi karena letaknya yang berada pada ujung timur pulau jawa membuat Banyuwangi bisa menikmati hangat mentari pagi lebih dahulu daripada kota lain. Selain itu juga, Banyuwangi memiliki garis pantai terpanjang di jawa timur gengs jadi banyak banget spot pantai untuk menikmati sunrise pertama, salah satunya pantai syariah ini.

Pantai kok syariah sih gimana maksudnya?? Jadi pantai syariah ini memiliki konsep pengunjung wanita dan laki-laki di bedakan, supaya tidak terjadi hal yang tidak diinginkan nih gengs, jadi pastikan berkunjung ke pantai syariah ini ngga berduaan yaa karena bisa dipastikan pisah dan sendirian.
Banner yang menjelaskan Area  Laki-laki dan perempuan yang dibedakan

Pantai Aja Syariah... ^.^
       Waktu itu kami berkunjung saat matahari sudah mulai tinggi, dan cenderung sepi hanya ada beberapa orang dan nelayan yang sedang menarik jaring juga para ibu yang membersihkan depan tokonya. Pantai syariah ini tergolong cukup bersih dimana disediakan laybag pasir dan payung warna - warni yang nyaman untuk bersantai serta instagramable untuk upload foto kamu gengs.

Sebenarnya konsep syariah sendiri tercetus karena ingin menciptakan pantai halal dan pantai khusus wanita agar pengunjung  lebih tenang saat bersantai di pantai. Ketika fajar perlahan menyapa dan nelayan tengah sibuk kami pun juga sibuk mengabadikan momen terbitnya matahari yang sudah sedikit terlambat wkwk. Beberapa lama kemudian muncul 2 kucing yang sibuk menunggu ikan terjatuh dari jaring nelayan, lucu yaa.
Pussy cantik kesayangan kak Nobita, lagi dhusel2

Pagi hari yang syahdu

Melihat Para NElayan yang sibuk menjaring ikan

Tak butuh waktu lama pantai syariah ramai pengunjung, mulai dari pelancong seperti kami sampai ibu-ibu yang mengadakan kegiatan pengajian, yaa benar pengajian di pantai keren yaa karena suasana nyaman jadi para ibu-ibu mengaji sekalian berpiknik gengs.

Pantai dengan pasir hitam legam dan juga ombak yang cukup tenang memudahkan kami untuk bermain di bibir pantai tanpa takut terseret dan juga tiupan angin yang cukup bersahabat.

Dari pantai syariah pun kita dapat melihat deretan gunung berbalut jingga langit, membuat kami betah berlama - lama menikmati suasana. Dan juga di pantai syariah ini disediakan tempat sampah ya gengs agar kita bisa tetap menikmati kebersihan pantai syariah ini, kebersihan kan juga sebagian dari iman hihihi.
Rawa-rawa disekitar jalanan menuju Pantai Syariah

Jembatan setapak yang menuju Pantai Syariah


disekitar rawa-rawa banyak warga yang sedang mencari kerang ^.^ 

Ada hal menarik lain disini, yaitu seekor ibu kucing yang dengan sabar menunggu nelayan menarik jaringnya di bibir pantai, nah si kucing bakal mengambil ikan yang jatuh dari jaring buat dikasih ke anak - anaknya. Dan si anak pun menunggu ibunya membawa ikan.
Rasa nya masih betah berlama - lama duduk di laybag, tapi matahari yang kian meninggi memaksa kami untuk menepi dari panasnya.

Instagramble juga lhoo... ingat jaga kebersihan juga



 Sampai ketemu lagi di cerita berikutnya.

jangan lupa untuk membuang sampah pada tempatnya agar anak cucu kita kelak dapat menikmati keindahan alam. 
Salam SiRanselPena

Peta Lokasi :
Pantai Syariah ( Pulau Santen)