Kisah 1001 Candi : Candi Gunung Gangsir

, , No Comments



Kokohnya Candi Gunung Gangsir
ia berkata pada waktu yang terus berputar
mengitari ruang dan gerak yang melaju pada poros
ia berjalan dengan lantang dan tersenyum seolah waktu lalu menyapanya
dengan temaram malam berjalan lalu terik matahari mulai menyapa
ia bergumam seakan dunia lalu menarik nya 
menambatkan hati seraya pada kata yang berbisik
mencerminka rupa pada kata yang terangkai.
Singkat cerita liburan kali ini kami (seperti biasa ada  sijambrong dan bang Angger) sepakat untuk menyusuri beberapa candi di dekat Surabaya atau Sidoarjo, salah satu tujuan kami Candi Gunung Gangsir, nama candi yang cukup unik menurut. Perjalanan menuju Candi ini menurut kami lumayan sulit bagi kami yang tak tau jalan dan arah pulang namun berkat Maps dari mbah Google dan  GPS (Gunakan Penduduk Setempat), akhirnya kami sampai pada tempat yang kami tuju, yakni Candi Gunung Gangsir. Candi yang terletak di tengah-tengah pemukiman warga, tak kalah eksotis dan keindahannya dengan candi-candi lainnya, bagi kami semua cagar budaya memiliki keindahan serta ciri khas tersendiri untuk di nikmati, dipelajari serta di renungkan.

Pintu Masuk Candi Gunung Gangsir yang tertutup
Saat kami sudah sampai, kami sedikit tercengang, dan salah satu dari kami nyeletuk " wah, iki uwis tutup rek, moto-moto tekan pager kene ra popo yo " ( read : wah ini sudah tutup, foto-foto dari sini ga papa ya), nah saat kami muter-muter dan mau menyamankan gaya pengambilan foto, tiba-tiba abang tukang bakso bilang " mas mbak lawang'e gak nang kono tok, iku ditutup soale juru kuncie wis muleh onok lawang samping sing bukaan oleh lewat kunu" (read: mas mbak pintu nya tidak disitu saja, itu ditutup karena juru kunci sudah pulang, ada pintu samping yang dibuka dan boleh lewat situ) seketika itu selepas abang bakso pergi kami tertawa bersama-sama, kog ga ada yang kasih tau dari tadi hingga sudah ada pose gulung saat pengambilan foto.
Langitnya membentang haru membiru


Di Candi ini pun kami tak jumpa dengan juru kunci nya sehingga kami tak dapat berbagi cerita sejarah candi hari itu saat kami berkunjung karena rasanya tak afdhol jika tak mendengar langsung dari pemangku atau juru kunci yang dipercaya merawat candi tersebut, yang kami tahu kala itu candi Gunung Gangsir juga berbatu bata merah salah satu peninggalan Candi Bata Merah yang masih kokoh berdiri, tak banyak yang dapat kami ceritakan karena cerita yang baik dan sumber yang pasti di kala kita bertemu dan asaing berdiskusi dengan juru kunci candi.
Begitu menikmati suasana di Candi Gunung Gangsir dengan keramahan warga setempat, hingga kami sampai lupa waktu sudah mendekati Maghrib. tentunya kami memutuskan untuk segera beranjak balik ke Surabaya.
Walaupun kami tak bertemu dengan juru kunci, tak mematahkan semangat kami untuk mengabadikan beberapa foto di candi Bangkal maupun Gunung Gangsir, dan kami pun sempat bercengkrama "mudah-mudahan bisa kesini dan ketemu juru kunci ya". big thanks to Mas Angger dan Jambrong yang tak lelah blusukan bersama kami.



Jangan lupa guys, ketika liburan jagalah kebersihan dan lingkungan agar kelak anak cucu kita masih bisa menikmati alam yang indah ini.
Salam 
SiRanselPena.


PETA LOKASI :

0 komentar:

Posting Komentar